Selamat Datang di Bimas Kristen Kanwil Kementerian Agama Banten

Jumat, 13 April 2012

KILAS BALIK PASKAH UMAT KRISTIANI SE-BANTEN 2010


Jadikan Kami Satu. 
Demikianlah Tema Paskah Umat Kristiani se provinsi Banten 2010.

Turut hadir Gubernur Banten Hj. Ratu Atut Chosiyah,S.E.dan dalam sambutannya, menghimbau kesatuan antar gereja-gereja di Banten . Hal itu disampaikannya saat memberikan sambutan pada acara perayaan Paskah dan Kenaikan Yesus Kristus se-Propinsi Banten di Christ Cathedral GBI Basilea, Gading Serpong, Tangerang (Rabu, 12/5).
Selain itu, Gubernur mensyukuri terbentuknya forum Muspija (Musyawarah Pimpinan Gereja-Gereja) Banten sebagai wadah pertemuan para pemimpin Kristen dari berbagai denominasi. “Forum ini berguna membahas berbagai hal dan pandangan, perbedaan sehingga tidak ada  perpecahan di kemudian hari,” ujarnya.
Ia menambahkan, Muspija bisa mewujudkan kerukunan umat beragama. Internal umat beragama harus diperkuat (soliditas) setelah itu upaya kerukunan antar umat beragama bisa dilaksanakan.
Perayaan ini, dari sisi manfaat diharapkan Gubernur bisa meningkatkan komitmen atau tekad umat sebagai warga Banten untuk lebih berperan lebih baik lagi dalam pembangunan di bidang keagamaan.
Dibidang pembangunan, ia menyampaikan info perihal rencana pemerintah pusat yang akan membangun sebuah jembatan Banten-Merak sejauh 35 km. Selain jembatan, di propinsi Banten juga akan dibangun kilang minyak. Gubnernur mengucapkan terima-kasih kepada umat Kristiani yang telah mendukung dirinya menjadi Gubernur.
Mengakhiri sambutannya, ia berpesan agar menjadikan ibadah sebagai sarana introspeksi kata dan perbuatan untuk meningkatkan keimanan dan ketaatan kepada Tuhan. Didampingi Pembimas Kristen Propinsi Banten, Gubernur melantunkan sebuah tembang favoritnya “Terlalu Indah Untuk Dilupakan”.
Ka Bimas Kristen Propinsi Banten, Ny. Youke L. Singal, M.Th mengatakan: pemilihan tema “Kristus Memberi Hidup dan Roh Kesatuan” didasarkan pada gereja-gereja di Banten tidak bisa hidup sendirian dan terus berada pada zona nyaman. “Gereja akan terus menghadapi tantangan dan saya tidak menggiring gereja-gereja masuk ke dalam wadah satu denominasi tertentu tetapi menuju visi Yesus Kristus,” ujarnya.

Menurut Ny. Youke, hal ini bisa diwujudkan dengan cara melakukan kegiatan kerohanian atau sosial bersama. Dengan demikian gereja tidak merasa aman sendiri tetapi mau merangkul gereja-gereja lainnya, khususnya mereka yang belum berkembang.

Dengan demikian, Ka Bimas berpendapat mereka bisa merasakan kebanggaan karena bisa menggelar suatu acara bersama. Ketika Penyuluh menanyakan apa penyebab utama belum adanya suasana kebersamaan, ia menjawab singkat yakni terdapat unsur arogansi organisatoris atau gereja lokal. “Kebanggaan jenis ini tidak akan abadi tetapi kebersamaan dan kebersatuan akan abadi,” demikian Youke dengan nada mengingatkan.

H.A. Romly, Kakanwil Kementrian Agama Propinsi Banten mengatakan pembinaan dan kerukunan umat melalui jalur internal seperti pembentukan Mapija misalnya. Kakanwil menghimbau agar pada pelaksanaan acara perayaan keagamaan Kristen bisa mengundang para tokoh-tokoh agama lain untuk menjalin kebersamaan dan kesatuan. Kondisi ini imbuhnya akan memberikan kontribusi positif untuk kelancaran pembangunan bersama propinsi Banten. “Gubernur senantisa memonitor perkembangan kehidupan beragama warga Banten melalui Kanwil,” ujarnya.

“Umat Kristen memang suka (gemar) berorganisasi,” demikian Andreas, mewakili Muspija (Musyawarah Pimpinan Gereja) Banten mengawali sambutannya seputar banyaknya organisasi Kristen. Muspija, menurutnya unik karena hanya ada di Banten. Melalui wadah ini, semua unsur gereja bisa memikirkan bidang apa saja yang bisa dilakukan gereja untuk masyarakat. “Umat Kristen adalah bagian dari masyarakat Banten. Mereka mempunyai tanggung-jawab untuk membangun masyarakat dan bangsa serta mendukung pemerintah,” tandas Andreas.

Sebelumnya, Pdt. Dr. Karel M. Saragih menyampaikan renungan Firman Tuhan dari nats Kolose 1:15-22 dengan tema “Kristus Memberi Hidup dan Roh Kesatuan” pada sesi ibadah.

Makna tema tersebut ialah Kristus telah menciptakan manusia dan Ia menebus dosa manusia. Kristus juga memberikan hidup (zoe) sebab Ia adalah sumber dan pusat kehidupan itu sendiri. Roh kesatuan yang diberikan oleh Yesus Kristus memampukan manusia untuk berdamai dengan para seterunya, mempersatukan komunitas masyarakat dan bangsa. Hal ini akan memunculkan rasa saling mengasihi.

Kenaikan Yesus Kristus, menurutnya harus disikapi dengan hidup yang bermakna, bagi Yesus Kristus, damai dan bersatu. Hal ini penting katanya, karena Ia akan datang untuk kedua kalinya.

Paduan Suara Ethnik dari GBI Basilea menyambut kehadiran  Gubernur Banten deklarasi bersama “Jadikan Kami Satu” oleh para pemimpin Gereja Aras Propinsi


Banten.Gubernur Banten Hj. Ratu Atut Chosiyah, S.E. menyampaikan kata sambutan pada Perayaan Paskah dan peringatan Kenaikan Isa Almasih bersama Umat Kristen se Banten di Christ Cathedral 12 Mei 2010

Acara pamungkas yakni deklarasi bersama “Jadikan Kami Satu” oleh para pemimpin Gereja Aras Propinsi Banten.